WELCOME TO VIDA'S BLOG

Selasa, 22 April 2014

Nasib bahasa jawa di era globalisasi



Di Indonesia terdapat banyak suku dan bahasa daerah dari Sabang sampai Merauke. Bahasa daerah sudah menjadi bahasa sehari-hari, salah satu contohnya adalah bahasa jawa yang telah digunakaan penduduk jawa khususnya Jawa timur, Jawa tengah, dan DIY Yogayakarta. Bagi penduduk Jawa, bahasa jawa sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka untuk berkomunikasi. Tetapi Seiring berjalanya waktu bahasa daerah khususnya bahasa jawa mulai jarang digunakan oleh penduduk jawa sendiri dan hanya segelintir orang yang berminat untuk mempelajarinya. Maka dari itu bahasa jawa mulai langkah dan mahal nilainya.
Pada masa sekarang penduduk jawa banyak yang menggunakan bahasa asing dan menganggap bahasa jawa adalah bahasa kuno. Penulis merasakan hal tersebut adalah benar karena adanya beberapa faktor. Faktor tersebut adalah banyaknya para imigran luar pulau jawa bahkan luar negeri yang menetap di pulau jawa dan tidak memungkinkan berkomunikasi menggunakan bahasa jawa. Faktor lain adalah pemerintah berusaha menggalakkan bahasa inggris di sekolah-sekolah, seperti yang kita tahu pelajaran bahasa inggris lebih lama dipelajari, dari SD bahkan dari TK sampai jenjang SMA daripada bahasa daerah(jawa), ini membuktikan bahwa era globalisasi telah menimbulkan perubahan pada semua aspek kehidupan dan teknologi, untuk membuka pintu industri dan teknologi yang umumnya dari negara barat. Haruslah mempunyai kemampuan berbahasa inggris sebagai bahasa internasional.
Pemerintah  seharusnya menyikapi mulai hilangnya bahasa daerah dengan serius, karena melupakan bahasa daerah sama halnya menghilangkan kebudayaan. Pemerintah baru sadar dan mau bertindak jika sebuah kebudayaan daerah sudah hilang atau diambil negara lain. Seperti kebudayaan Reog Ponorogo dan lagu-lagu daerah yang diakui negara tetangga.
Tidak banyak orang yang mempertahankan bahasa jawa. Bagi mereka yang mengetahui berharganya nilai kebudayaan akan melestarikan bahasa jawa dengan membuka sekolah kerawitan, dalang, dan kursus tari atau MC bahasa jawa untuk generasi muda.

Untuk membuka sekolah bahasa jawa, perlu adanya guru bahasa jawa. Maka diharapkan lebih banyak Universitas yang mau membuka jurusan kesenian dan bahasa daerah. Seperti yang dilakukan oleh UNS (Universitas sebelas maret, Solo) telah meluncurkan program study pendidikan bahasa jawa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) dan jurusan tersebut ditawarkan dalam SNMPTN tahun ini (Anita widyaning putri).

By: Vida
Malang, 23 April 2014
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar